Kamis, 15 Januari 2015

Karna Ibu Bukan Mainan

Malam minggu pas hari sabtu, temen gua dateng pengen ngisi pulsa dirumah gua. Iye, nyokap jualan pulsa dan gua yang ngejagain setelah pulang sekolah. Nah, cowoknya temen gua nanyain nyokap gua. Kurang lebih seperti ini : "Mana mamamu?" sambil senyum-senyum, disitu gua langsung mikir, nih anak naksir nyokap gua yah?. Tapi gua nggak ngomong kayak gitu, gua nanya balik ke dia kayak gini "Kenapa emang?" dan dia jawab "Kemaren malam ngeliat mamamu tidur di depan, tangannya nyender ke motor". Deg, entah kenapa hati gua jadi nggak enak, alamat bakalan ada sesuatu yang bakalan nyinggung hati gua. Tapi gua nggak nanya lagi, abis dia langsung pulang sama temen gua.

Setelah itu gua nanyain masalah ini ke nyokap, "Ma.. Mama kemaren malem tidur di depan yah sambil tangannya nyender di motor?", nyokap jawab "Mama nggak tidur, mama lagi dengerin ceramah orang di Mesjid, menghayatilah".  Nah terus gua mikir, mungkin cowok temen gua salah liat kali, mungkin saat nyokap lagi khusyu' dengerin ceramah tentang Maulid Nabi dia lewat terus ngeliat nyokap kayak lagi tidur gitu. Karna gua nggak ngerespon, nyokap nanya balik ke gua "Kenapa emang?", gua jawab "nggak kenapa-napa, mungkin temen lina salah liat".

Keesokan harinya, cowok temen gua itu mulai becanda-becanda sama gua. Itu sih hal biasa, karna gua sama dia sering becandaan bareng, tapi becandaan kali ini bener-bener bikin gua sakit hati. Kenapa? Karna dia becandain nyokap gua. Dia praktekin nyokap gua saat nyender di motor, anak mana yang nggak marah saat nyokapnya dijadiin bahan becandaan sama temennya sendiri?

Awal-awal gua biasa aja, gua cuman ngelurusin aja kalo yang dia liat itu nggak bener. Nyokap gua nggak tidur, hanya menyerap isi dari ceramah pak Ustad di Mesjid.

Gua pikir, setelah gua ngomong kayak gitu dia bakalan berenti. Ternyata, NGGAK SAMA SEKALI. Hari berikutnya dia lakuin hal yang sama, gua pun ngulang lagi kata-kata yang sama dengan sedikit penegasan. Sialnya, dia lakuin lagi hal yang sama pada hari selanjutnya. Bahkan sampai tadi pun masih aja dia ngulangin. Gua marah disitu, beberapa hari mungkin gua masih bisa sabar, tapi nggak untuk hari ini. Akhirnya gua beraniin diri gua buat ngungkapin isi hati gua yang sebenernya *cielah isi hati*, "Stop lo jadiin mama gua becandaan, mama gua bukan mainan yang seenaknya lo jadiin becandaan. Cari bahan candaan yang lain, selain mama gua". Setelah ngomong itu, gua masuk ke dalem kelas.

Gua nggak mau nyeritain cerita selanjutnya apaan yah :v. Sahabat gua, Esti nanya ke gua kenapa gua marah-marah. Gua cerita ke dia semuanya, gimana sakitnya hati gua saat nyokap gua tercinta dibuat becandaan, gimana sayangnya gua sama do'i, gimana gua nggak pernah jadiin nyokap bahan candaan. Gua anaknya aja nggak berhak buat lakuin itu ke do'i, apalagi dia yang bukan siapa-siapanya do'i.
 
Setelah denger cerita gua yang singkat itu, Esti marahin tuh anak. Mungkin dia nyesel, tapi nggak minta maaf. It's Okey, emang bukan sama gua dia harus minta maaf, dia harus minta maaf sama nyokap gua. Secara, nyokap gua yang dijadiin objek candaan dia.

Intinya sih yah, Kalo becanda itu ada batasnya, Kesabaran orang juga punya batas. Jangan pernah jadiin Ibu sebagai objek candaan, karna Ibu itu bukan mainan. Hargai Seorang Ibu, bukan hanya Ibu lo sendiri tapi Ibu orang lain juga. Karena bagaimana pun, yang namanya seorang Ibu itu mulia di mata Allah SWT.


Minggu, 21 April 2013

TEORI TERJADINYA TATA SURYA

Kita melihat sebuah kenyataan, bahwa matahari dikelilingi oleh planet-planet yang orbitnya berbentuk hampir mendekati bentuk lingkaran dan lintasannya hampir berimpitan. Arah peredaran semua planet itu sama, yaitu berlawanan dengan arah perputaran jarum jam. Jika kita memandangnya dari Kutub Utara, ternyata arah revolusi planet-planet itu sama dengan arah rotasi matahari. lebih dari itu, rotasi sebagian besar planet dan satelit-satelitnya juga berarah sama. Arah seperti itu dinamakan juga arah negatif. Arah gerakan benda langit yang berlawanan dengan arah tersebut dinamakan arah positif, seperti arah peredaran matahari yang terbit dari timur, lalu naik dan terbenam di barat. Demikian juga peredaran harian bintang dan bulan, jika kita mengamatinya dari bumi.

Melihat kenyataan itu, ahli Astronomi dan ahli Fisika menggunakan hukum yang berlaku bagi benda yang berputar untuk menganilisis kejadian yang berlaku di alam.

sehingga dapat diambil suatu simpulan, bahwa tata surya terbentuk dari material purba yang berputar dengan arah negatif. Sekalipun pada kenyataannya, terdapat penyimpangan arah rotasi dari arah yang umum.

Beberapa teori tentang terjadinya tata surya adalah sebagai berikut :

1. Teori Nebula (Kant dan Laplace)

Immanuel Kant (1749-1827) seorang ahli filsafat Jerman membuat suatu hipotesis tentang terjadinya tata surya. Dikatakannya bahwa di Jagat Raya terdapat gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan. Bagian tengah kabut itu lama-kelamaan berubah menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi matahari dan bagian kabut sekitarnya menjadi planet-planet dan satelitnya.

Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang ahli Fisika Perancis bernama Pierre Simon de Laplace, mengemukakan teori yang hampir sama. Dikatakan, bahwa tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin. Karena pilinannya itu berupa gumpalan kabut yang membentuk bentukan bulat seperti bola yang besar. Makin mengecil bola itu, makin cepatlah pilinannya. Akibatnya, bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebar di bagian ekuatornya, bahkan kemudian sebagian massa gas di ekuatornya itu menjauh dari gumpalan intinya, membentuk gelang-gelang. Lama-kelamaan gelang-gelang itu berubah menjadi gumpalan padat. Itulah yang disebut planet-planet dan satelitnya. Sedangkan bagian inti kabut itu tetap berbentuk gas pijar yang kita lihat sebagai matahari sekarang ini.

Kedua teori ini mempunyai persamaan tentang material asalnya, yaitu Kabut. Sehingga Teori ini dinamakan Teori Nebula atau Teori Kabut (Nebular Hypotheses), bahkan lebih dikenal Teori Kant dan Laplace.

2. Teori Planetesimal (Moulton dan Chamberlin)

Beberapa tahun kemudian, lahirlah teori-teori baru. Thomas C. Chamberlin (1872-1928) seorang ahli Geologi dan Forest R. Moulton (1872-1952) seorang ahli Astronomi yang keduanya sama-sama merupakan ilmuan Amerika. Teori Moulton dan Chamberlin dikenal sebagai Teori Planetesimal, yang berarti planet kecil. Hal ini dikatakan karena planet terbentuk dari benda padat yang memang telah ada.

Menurut teori ini, matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak. Pada suatu masa, ada sebuah bintang berpapasan pada jarak yang tidak terlalu jauh. Akibatnya, terjadilah peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang itu. Sebagian dari massa matahari itu tertarik ke arah bintang.

Pada waktu bintang itu menjauh, menurut Moulton dan Chamberlin, sebagian dari massa matahari itu jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lagi terhambur ke ruang angkasa sekitar matahari. Hal inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planet-planet dan beredar pada orbitnya.

3. Teori Pasang-Surut (Jeans dan Jeffreys)

Teori Pasang-Surut ini hampir sama dengan Teori Planetesimal. Teori Pasang-Surut dikemukakan oleh Sir James Jeans (1877-1946) dan Harold Jeffreys (1891) yang sama-sama merupakan ilmuan asal Inggris.

Jeans dan Jeffrey melukiskan bahwa setelah bintang itu berlalu, massa matahari yang lepas itu membentuk bentukan cerutu yang menjorok ke arah bintang. Kemudian, akibat bintang yang makin menjauh, massa cerutu itu terputus-putus dan membentuk gumpalan gas di sekitar matahari. Gumpalan-gumpalan itulah yang kemudian membeku menjadi planet-planet. Teori ini menjelaskan, apa sebab planet-planet di bagian tengah, seperti Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus merupakan planet raksasa, sedangkan di bagian ujungnya, Merkurius dan Venus di dekat matahari merupakan planet yang lebih kecil.

4. Teori Awan Debu (von Weizsaecker)

Pada tahun 1940 seorang ahli Astronomi Jerman bernama Carl von Weizsaecker mengembangkan suatu teori yang dikenal dengan Teori Awan Debu (The Dust-Cloud Theory). Teori ini kemudian disempurnakan lagi oleh ahli Astronomi lain, yaitu Gerard P. Kuiper (1950), Subrahmanyan Chandrasekhar, dll.

Pada dasarnya teori ini mengemukakan bahwa tata surya iu terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Dewasa ini di alam semesta bertebaran gumpalan awan seperti itu. Lebih dari 5.000 juta tahun yang lalu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat awan itu membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin. Lama-kelamaan gumpalan gas itu memipih menyerupai bentuk cakram yang tebal di bagian tengah dan lebih tipis di bagian tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah cakram itu pijar. Bagian inilah yang kemudian menjadi Matahari.

Bagian yang lebih luar berputar sangat cepat, sehingga terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Gumpalan kecil ini berpilin pula. Bagian inilah yang kemudian membeku dan menjadi planet-planet serta satelit-satelitnya.

Bahan planet itu dinamakan juga proto planet, sehingga teori ini dinamakan juga Teori Proto Planet.

PUBERTAS


Pengertian
Beberapa pengertian mengenai pubertas yaitu:
  1. Menurut Prawirohardjo (1999: 127) pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa.
  2. Menurut Soetjiningsih (2004: 134) pubertas adalah suatu periode perubahan dari tidak matang menjadi matang.
  3. Menurut Monks (2002: 263) pubertas adalah berasal dari kata puber yaitu pubescere yang artinya mendapat pubes atau rambut kemaluan, yaitu suatu tanda kelamin sekunder yang menunjukkan perkembangan seksual.
  4. Menurut Root dalam Hurlock (2004) Pubertas merupakan suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat–alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi.
Perubahan Fisik
Selama pertumbuhan pesat masa puber, terjadi empat perubahan fisik penting dimana tubuh anak dewasa: perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, perkembangan ciri-ciri seks primer dan perkembangan ciri-ciri seks sekunder (Hurlock, 2004: 188).
  1. Perubahan primer
  2. Perubahan sekunder
Perubahan primer pada masa puber
Perubahan primer pada masa pubertas adalah tanda-tanda/perubahan yang menentukan sudah mulai berfungsi optimalnya organ reproduksi pada manusia.
  1. Pada pria – Gonad atau testis yang terletak di skrotum, di luar tubuh, pada usia 14 tahun baru sekitar 10% dari ukuran matang. Kemudian terjadi pertumbuhan pesat selama 1 atau 2 tahun, setelah itu pertumbuhan menurun, testis sudah berkembang penuh pada usia 20 atau 21 tahun. Kalau fungsi organ-organ pria sudah matang, maka biasanya mulai terjadi mimpi basah.
  2. Pada wanita - Semua organ reproduksi wanita tumbuh selama masa puber, meskipun dalam tingkat kecepatan yang berbeda. Berat uterus anak usia 11 atau 12 tahun berkisar 5,3 gram, pada usia 16 rata-rata beratnya 43 gram. Tuba falopi, telur-telur, dan vagina juga tumbuh pesat pada saat ini. Petunjuk pertama bahwa mekanisme reproduksi anak perempuan menjadi matang adalah datangnya menstruasi.
(Hurlock, 2004: 210).

Perubahan sekunder pada masa pubertas
Perubahan sekunder pada masa pubertas adalah perubahan-perubahan yang menyertai perubahan primer yang terlihat dari luar.
  1. Pada perempuan: lengan dan tungkai kaki bertambah panjang; pertumbuhan payudara; tumbuh bulu-bulu halus disekitar ketiak dan vagina; panggul mulai melebar; tangan dan kaki bertambah besar; tulang-tulang wajah mulai memanjang dan membesar; vagina mengeluarkan cairan; keringat bertambah banyak; kulit dan rambut mulai berminyak; pantat bertambah lebih besar.
  2. Pada pria: lengan dan tungkai kaki bertambah panjang; tangan dan kaki bertambah besar; pundak dan dada bertambah besar dan membidang; otot menguat; tulang wajah memanjang dan membesar tidak tampak seperti anak kecil lagi; tumbuh jakun; tumbuh rambut-rambut di ketiak, sekitar muka dan sekitar kemaluan; penis dan buah zakar membesar; suara menjadi besar; keringat bertambah banyak; kulit dan rambut mulai berminyak.
(Sarlito, 2009: 1).

Perubahan Emosional/Psikologis
Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode “Badai dan Tekanan”, sesuatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Pertumbuhan yang terjadi terutama bersifat melengkapi pola yang sudah terbentuk pada masa puber. Adapun meningginya emosi terutama karena anak laki-laki dan perempuan berada dibawah tekanan sosial dan menghadapi kondisi baru, sedangkan selama masa kanak-kanak ia kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan-keadaan itu (Hurlock, 2004: 212-213).
Masa remaja merupakan “badai dan tekanan”, masa stress full karena ada perubahan fisik dan biologis serta perubahan tuntutan dari lingkungan, sehingga diperlukan suatu proses penyesuaian diri dari remaja.
Tidak semua remaja mengalami masa badai dan tekanan. Namum benar benar juga bila sebagian besar remaja mengalami ketidakstabilan dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi dari usaha penyesuaian diri pada pola perilaku baru dan harapan sosial yang baru. (Nurfajriyah, 2009: 1).
Penyebab Perubahan Pubertas
  1. Peran Kelenjar Pituitary – Kelenjar pituitary mengeluarkan dua hormon yaitu hormon pertumbuhan yang berpengaruh dalam menentukan besarnya individu, dan hormon gonadotrofik yang merangsang gonad untuk meningkatkan kegiatan. Sebelum masa puber secara bertahap jumlah hormon gonadotrofik semakin bertambah dan kepekaan gonad terhadap hormon gonadotrofik dan peningkatan kepekaan juga semakin bertambah, dalam keadaan demikian perubahan-perubahan pada masa puber mulai terjadi.
  2. Peran Gonad- Dengan pertumbuhan dan perkembangan gonad, organ-organ seks yaitu ciri-ciri seks primer : bertambah besar dan fungsinya menjadi matang, dan ciri-ciri seks sekunder, seperti rambut kemaluan mulai berkembang.
  3. Interaksi Kelenjar Pituitary dan Gonad – hormon yang dikeluarkan oleh gonad, yang telah dirangsang oleh hormon gonadotrofik yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitary, selanjutnya bereaksi terhadap kelenjar ini dan menyebabkan secara berangsur-angsur penurunan jumlah hormon pertumbuhan yang dikeluarkan sehingga menghentikan proses pertumbuhan, interaksi antara hormon gonadotrofik dan gonad berlangsung terus sepanjang kehidupan reproduksi individu, dan lambat laun berkurang menjelang wanita mendekati menupause dan Pria mendekati climacteric.
(Hurlock, 2004 : 196).

Bahaya Pada Masa Puber
  1. Bahaya Fisik
  2. Bahaya Psikologis
Bahaya Fisik
Meskipun sebagian besar anak puber secara fisik tidak merasa normal, namun penyakit yang aktual tidak banyak dialami anak dalam periode ini dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Bahaya fisik utama masa puber disebabkan kesalahan fungsi kelenjar endokrin yang mengendalikan pertumbuhan pesat dan perubahan seksual yang terjadi pada periode ini.

Bahaya Psikologis
Terhadap banyak bahaya psikologis pada masa puber yang akibat panjangnya lebih penting dari pada akibat berlangsungnya.
Beberapa bahaya psikologis yang adalah sebagai berikut :
  1. Konsep diri yang kurang baik – Ada banyak hal yang menyebabkan perkembangan konsep diri kurang baik selama masa puber, beberapa diantaranya alasan pribadi dan alasan lingkungan anak yang mengembangkan konsep diri kurang baik pada masa remaja cenderung menguatkan konsep tersebut dengan perilaku yang tidak sosial, dan bukan memperbaikinya. Akibatnya, dasar-dasar untuk kompleks rendah diri semakin tertanam dan kecuali dilakukan langkah-langkah perbaikan, maka cenderung akan menetap dan mewarnai mutu Perilaki individu sepanjang hidupnya.
  2. Prestasi Rendah – Cepatnya pertumbuhan Fisik maka tenaga menjadi melemah, ini mengakibatkan keseganan untuk bekerja dan bosan pada tiap kegiatan yang melibatkan usaha individu.
  3. Kurangnya persiapan untuk menghadapi masa puber – anak puber tidak diberitahu atau secara psikologis tidak dipersiapkan tentang perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada masa puber, pengalaman akan perubahan itu dapat merupakan pengalaman traumatis.
  4. Menerima tubuh yang berubah – Diantara tugas perkembangan masa puber yang penting adalah menerima kenyataan bahwa tubuhnya mengalami perubahan. Hanya sedikit anak puber yang mampu menerima kenyataan ini, sehingga mereka tidak puas dengan penampilannya.
  5. Menerima peran seks yang diharapkan – Sama halnya menerima tubuh yang berubah, menerima peran seks anak puber yang diharapkan mendekati peran seks orang dewasa merupakan tugas  perkembangan utama pada tingkat usia ini. Terjadinya  kematangan seksual atau waktu yang diperlukan untuk pematangan.
  6. Penyimpangan dalam pematangan sosial – Salah satu bahaya psikologis selama masa puber yang paling serius adalah penyimpangan dalam usia terjadinya Kematangan Seksual atau waktu yang diperlukan untuk pematangan.
  7. Anak  yang matang lebih awal – anak yang matang terlalu dini dapat menunjukkan kesulitan pribadi. Kesulitan ini timbul karena anak matang lebih awal yang kelihatannya lebih tua dari usianya, biasanya diharapkan bertindak sesuai dengan penampilannya dan bukan dengan usianya
(Hurlock, 2004 : 196-199).

BROKOLI EFEKTIF MELAWAN KANKER??


Republika - Brokoli telah lama diketahui sebagai salah satu sayuran yang menyehatkan karena kandungan gizi di dalamnya. Sayuran berwarna hijau juga berpotensi dan melindungi untuk melawan perkembangan penyakit kanker.

Sayuran itu tak hanya mengandung antioksidan termasuk vitamin C, brokoli juga merupakan sumber alami asam folat.Asupan asam folat membantu mencegah penyakit hati.

Temuan dari peneliti di John Hopkins University itu mengungkapkan bahwa ada sebuah kandungan dalam brokoli yang mampu mencegah perkembangan tumor hingga 60 persen.Brokoli juga menunjukan pengurangan ukuran tumor yang tidak berkembang hingga 75 persen.

Dalam rangka memaksimalkan khasiatnya,ambilah brokoli mentah yang telah dicuci atau yang baru saja dimasak. masukkan brokoli itu dalam daftar diet anda setidaknya dua kali seminggu.

Manfaat lain dari brokoli adalah bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan resiko katarak, memperbaiki kesehatan jantung, memelihara kepadatan tulang dan mencegah lahir cacat pada bayi.

Seperti dikutip dari female first, brokoli merupakan salah satu makanan yang sarat gizi, tetapi memiliki kalori yang rendah, selain itu, sayuran ini juga sering menjadi plihan yang sehat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

SEJARAH PERMEN



Ini nih buat pecinta permen. Harus tau Sejerah Permen kayak gimana, CEKIDOTT

Bicara soal permen, di benak setiap orang pasti rasa manis. Tapi tahukah Anda sebenarnya awal ditemukannya permen dan dari apa? Para ahli pernah menemukan permen purba di Mesir sekitar 3500 tahun  yang lalu dalam bentuk gumpalan madu kering.
Manusia memang pada umumnya menyukai makanan yang bercita rasa manis. Kegemaran yang awalnya hanya iseng belaka ini kemudian mendorong bangsa Mesir, Arab, dan Cina kuno untuk membuat racikan manisan madu dengan berbagai macam rasa.
Mulai dari rasa buah-buahan sampai kacang kacangan. Perkembangan pembuatan permen ini juga dipengaruhi oleh kebiasaan makan cokelat yang di populerkan suku Indian Aztec dan Maya.
Berikut berbagai jenis permen dan penemunya:

Permen Cokelat
Permen cokelat pertama di dunia diciptakan oleh seorang Belanda, Conrad J. Van Houten pada tahun 1828. Dia yang memeras biji cokelat yang dimasaknya yang kemudian dicampur gula hingga menjadikannya permen.

Permen Karet
Thomas Adams, seorang Amerika yang menciptakan permen dari bahan karet pada tahun 1869. Penemuannya tak sengaja karena awalnya ia ingin membuat mainan dari ban sepeda namun percobaannya selalu gagal. Ketika ia memasukan karet ke dalam mulutnya timbulah ide untuk menambahkan rasa di karet itu hingga terciptalah permen karet. 1871 temuannya itu dipatenkan.

Permen coklat susu
Pada tahun 1875, Henry Nestle, seorang pembuat susu kental manis dan Daniel Peter, seorang pembuat cokelat yang memadukan dua unsur ini menjadi satu dan mendirikan perusahaan cokelat susu pertama didunia

Permen Lolly Pop
Lolly Pop, permen bertangkai ini diberi nama oleh George Smith H, berdasarkan nama kuda balapnya pada tahun 1908. Tak banyak diketahui awal dari keberadaan permen lollypop ini. Namun mesin pembuat permen  Lolly Pop diciptakan oleh Samuel Born warga Amerika keturunan Rusia.

Permen Mint
Pada tahun 1912 Clarence Crene menciptakan permen mint. Keberadaan permen mint itu sendiri sebenarnya sudah ada di daratan Eropa namun kebanyakan berbentuk persegi. Crene akhirnya mencoba membuat permen mint dengan bentuk yang lain yaitu bulat dan bolong ditengahnya. 'Life saver' itulah nama awal permen ini disebut karena memang bentuknya mirip seperti pelambung atau ban menyelamat, dan sekarang permen ini lebih dikenal orang dengan sebutan permen polo.

Nah, udah pada tahu kan sejarah Permen kayak gimana,,?? So, jangan cuman bisa makan permen aja yah, harus tau juga sejarahnya :D

INFO : GHIBOO.COM